artikel

Sudah Tahu Belum? Ini Bagian Terpenting Dari Perencanaan Keuangan

Images

Menurut kamu, apa bagian terpenting perencanaan keuangan? Apakah mengalokasikan dana darurat, membuat anggaran, atau justru pengendalian diri? Kebanyakan orang yang baru masuk usia 20-an belum terlalu paham mengenai literasi keuangan—benar, tidak? Tetapi, semua akan mengangguk jika ditanya perihal keinginan hidup layak di masa depan. Hal pertama yang harus ditegaskan adalah setiap orang bisa memiliki masa depan yang nyaman secara finansial. Walaupun begitu, patut diingat bahwa kamu dan orang lain punya proses yang berbeda. Lalu, mengapa pembahasan mengenai perencanaan keuangan sering dibahas? Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mengelola finansial dengan benar, adalah modal untuk mencapai stabilitas di masa depan. Perencanaan keuangan akan membantu kamu fokus dengan tujuan, mampu mengantisipasi peluang, dan risiko keuangan. Keamanan finansial merupakan bagian dasar yang menjadi fondasi untuk mencapai level keuangan berikutnya. Bagian ini terdiri dari dana darurat, arus kas, investasi, dan asuransi. Sementara itu, level kenyamanan finansial ada investasi, tujuan keuangan, dana hari tua, pendapatan pasif, dan distribusi kekayaan. Jadi, apa bagian terpenting perencanaan keuangan? Simak penjelasan berikut:

1. Arus Kas

Bagian terpenting perencanaan keuangan yang pertama adalah arus kas. Hal ini mengingat informasi uang keluar dan masuk dijadikan referensi saat proses evaluasi pengeluaran. Misalnya, dalam sebulan kamu membutuhkan Rp8 juta untuk hidup layak. Dengan catatan arus kas yang lengkap, kamu bisa mengidentifikasi pos-pos yang paling banyak dan sedikit menyerap anggaran. Dari sana, kamu bisa menyesuaikan budgeting ke tiap pos tadi. Arus kas atau cash flow dibedakan menjadi dua, yakni: • Cash flow positif (pendapatan lebih tinggi dibanding pengeluaran). • Cash flow negatif (pendapatan lebih rendah dibanding pengeluaran). Banyak orang yang tidak berhasil memanajemen finansial karena bagian terpenting perencanaan keuangan ini berantakan. Sebagai antisipasi, kamu bisa mengalokasikan proteksi, donasi, dan cicilan terlebih dahulu, jadi ketiganya bukan dari sisa belanja. Selain itu, ada tiga rasio utama yang perlu kamu tahu untuk mewujudkan cash flow yang sehat: • Rasio tabungan. Per bulan, setidaknya kamu menyisihkan 20% pendapatan untuk disimpan dalam tabungan atau investasi. • Rasio cicilan. Jumlah ideal cicilan per bulan tidak lebih dari 35% pendapatan. • Rasio pendapatan pasif. Disarankan, pendapatan pasifmu sama dengan 50% pendapatan utama. Jumlah yang tinggi lebih baik.

Dana Darurat

Dana darurat merupakan sejumlah aset likuid yang digunakan sebagai proteksi menghadapi kondisi yang mengancam keuangan. Harapannya, dana ini bisa menjaga kestabilan finansial sehingga kamu tidak perlu menurunkan kualitas hidup. Dana darurat pun disesuaikan dengan pengeluaran dan tanggungan. Jumlahnya berbanding lurus dengan beban yang ditanggung. Missal: lajang 6x pengeluaran bulanan, pasangan tanpa anak 9x pengeluaran, dan pasangan dengan anak 12x pengeluaran keuangan.

Investasi

Investasi sangat baik dimulai sejak muda. Dengan begitu, kamu tidak akan kebingungan saat masuk usia pensiun. Selain itu, investasi akan membantu meningkatkan aset. Tapi ingat, investasi boleh dilakukan jika kamu sudah memproteksi diri dengan dana darurat. Hal ini ditujukan agar finansial tidak kacau akibat kegagalan investasi. Berinvestasi tanpa dana darurat sama halnya seperti kamu panjat tebing dengan tangan kosong. Saat terpeleset di perjalanan, kamu pun akan jatuh ke jurang. Karenanya, kamu butuh dana darurat sebagai proteksi.

Asuransi

Asuransi menjadi salah satu bagian terpenting perencanaan keuangan karena mendukung peran dana darurat. Saat ini, ada banyak produk yang mampu menjaga jiwa, kesehatan, akses pendidikan, dan kendaraan dari risiko tertentu. Asuransi pertama yang perlu kamu ikuti adalah asuransi kesehatan. Setelahnya, kamu boleh mengambil asuransi jiwa, sakit kritis, kendaraan, dan lainnya.

5. Dana Hari Tua

Kamu bisa mempertahankan kualitas hidup dengan dana hari tua yang cukup. Memiliki dana ini akan mencegahmu bergantung pada anak. Jika punya dana ini, anakmu akan terhindar dari kondisi sandwich generation yang memberatkan.